#BukanReview Buku: How to Fail at Flirting

,

Buku ini bercerita soal kehidupannya Naya sebagai seorang wanita dewasa yang mau mengubah sesuatu di hidupnya. Tapi ternyata gak cuma itu aja.

Naya ini seorang profesor di sebuah kampus, sedangkan Jake itu konsultan bisnis atau manajemen, ya? Lupa he he he he Berawal dari ketemu di bar, Naya kenalan sama Jake. Ragu, tapi yadahlah. Naya pikir, usahanya buat nyontreng to-do list dia bakal gagal dan bikin Jake ilfil, eh ternyata berhasil. Semesta juga selalu kasih jalan untuk mereka ketemu. Niatnya memang hanya sementara, eh tapi malah jadi selamanya. Keduanya sama-sama mau, so it’s okay, it’s love. Casual relationship leading into something.

The thing about pov 1 is… Lo gak pernah tahu rahasia karakter lain kecuali si main character nemu sendiri. Jadi, ujungnya bakal surprised banget apalagi kalau tokohnya gak peka, gak suka kepo, pokoknya have no clue at all. Satu hal lagi tentang POV 1 adalah… You see the mc2 from the mc1’s pov. Jadi, kalau penulisnya bisa nyeritain dengan baik pandangan si satu terhadap si dua ini… Walach Walach.

You bakal ikutan kesengsem sama male character-nya. Huhuhuhu Karakter Naya punya inner konflik yang complicated. Saat ketemu dengan Jake, dia gak nyangka kalau pria itu ternyata bisa membuka mata dan dunianya. Dengan kehadiran Jake, Naya kembali punya keyakinan dan keberanian untuk menghadapi setan yang bertahun-tahun menghantui dirinya. Kehadiran Jake sungguh tepat dan baik untuk Naya. Orang yang dulunya bikin Naya kenapa-napa pun dapat ganjaran. Mungkin pas baca agak heavy karena temanya, tapi ya enggak kerasa berat bcz bahasanya juga gak ndakik.

Aku pikir ini bukunya ringan, ternyata bahas efek trauma setelah pacaran sama orang yang suka kasar fisik dan mental. Overall, nice and fun to read. Naya kesengsem sama Jake, Jake juga kesengsem sama Naya. Aq juga ikut kesengsem sama Jake /gak. #bukanbookreview #bukan #bookstagram #ceritaakit #reviewbuku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *